
Biasanya saya cuma numpang lewat
aja di Banyuwangi, saat hendak pergi ke Pulau Dewata Bali. Namun kali ini saya
berkesempatan untuk travelling
disini. Moment travelling ini berawal
dari ajakan salah satu teman saya, yang notabene sering mengunjungi Banyuwangi.
Masih terngiang jelas di benakku kata – kata Pak Rudi siang itu: “Ayo kon tak ajak nang Banyuwangi, ben gak
ndok kos wae”. (dengan logat Bahasa Malangan)
Singkat cerita, setelah obrolan
singkat kami siang itu, beberapa bulan kemudian saya dan teman – teman
memutuskan untuk menjelajah Banyuwangi. Pulau Menjangan yang menjadi tempat jujugan
utama kami. Pulau Menjangan berada di desa Kalampok, Kecamatan Grokgak, Kabupaten
Buleleng. Pulau ini wilayahnya masuk ke dalam provinsi Bali bagian barat.
Tepatnya berjarak sekitar 60km dari pantai Lovina, Bali.
Perlu sobat tau, nama pulau ini
diambil dari nama Menjangan (hewan sejenis rusa) yang banyak ditemukan disini. Konon,
kawanan menjangan tersebut tiap tahunnya menempuh jarak sekitar 1,2 mil menuju
ke Pantai Menjangan. Namun karena banyaknya perburuan liar, jumlah menjangan
tiap tahunnya makin berkurang. Karenanya, pemerintah setempat mendirikan Taman
Nasional Bali Barat untuk sarana konservasi. Sehingga melindungi habitat
menjangan, dan menjaga kawanan mereka dari kepunahan.
Untuk mencapai Pulau Menjangan ada
beberapa rute yang dapat dipilih, antara lain sebagai berikut:
- Lewat Bali: Denpasar – Pelabuhan Gilimanuk – Labuhan Lalang di desa Sumberklampok (pelabuhan kecil). Dari Labuhan Lalang menuju Pulau Menjangan dibutuhkan sekitar 20 menit perjalanan menggunakan kapal motor.
- Lewat Pantai Watu Dodol: dari Pantai Watu Dodol menuju Pulau Menjangan dibutuhkan waktu sekitar 45 menit. Sobat dapat menyewa perahu nelayan setempat untuk sarana transportasi.
- Lewat Pantai Kampe: Sobat dapat menyewa perahu nelayan sebagai sarana transportasi menuju Pulau Menjangan. Harga sewa perahu Rp 1.000.000,- PP per 10 orang.
- Lewat Pantai Bangsring: ini adalah akses yang kami pilih untuk perjalanan kami kala itu. Kami mengambil paket seharga Rp 1.400.000 untuk 11 orang. Harga yang dibayarkan sudah termasuk mendapatkan fasilitas berupa perahu, life jacket, air mineral, lunch (siang itu menunya nasi + ayam goreng + lalapan), tiket masuk Pulau Menjangan, alat snorkeling + asuransi jasaraharja. Harga belum termasuk sepatu katak. Biaya sewa sepatu katak per orang Rp 15.000,-
Sesampainya disana, benar saja kita
langsung disambut dengan panorama pantai yang sangat indah. Air lautnya begitu
jernih dan bersih. Pulau Menjangan
sangat cocok untuk pecinta diving dan snorkeling. Terumbu karang dan biota bawah
lautnya sangat cantik. Tak heran bila Pulau Menjangan masuk ke dalam 10 besar
tempat penyelaman terbaik di dunia. Pulau Menjangan juga memiliki wall diving /
tebing bawah laut terbaik di Bali. Di Pulau Menjangan terdapat
beberapa spot menyelam, diantaranya:
- Eel Gardens: Spot ini sering disebut sebagai spot terbaik karena terdapat banyak biota laut pada kedalaman 40m.
- Secret Bay: Spot ini cocok untuk sobat yang menyukai macro diving
- Anchor Wreck: disini sobat akan diajak untuk melihat bangkai kapal yang ada sejak zaman perang dunia II.
Seluruh pengunjung yang hendak
diving ataupun snorkeling selalu diingatkan oleh pemandu untuk berhati – hati
agar tidak merusak ekosistem yang ada. Terlebih ekosistem terumbu karang.
Karena untuk terumbu karang membutuhkan waktu bertahun – tahun untuk bertumbuh.
Selain snorkeling dan diving, sobat
juga akan diajak oleh pemandu untuk beach walking dan mengunjungi pura. Disini
terdapat 8 buah pura. Pura Ganesha adalah pula yang paling terkenal. Pura ini
sering digunakan oleh umat Hindu untuk beribadah.
Pura ini memiliki patung Ganesha
yang dipercaya masyarakat setempat sebagai penjaga, agar perairan Bali tetap
aman dan asri. Bila ingin berkunjung ke pura ini, sobat harus berpakaian sopan.
Pura ini hanya dapat dikunjungi bila tidak sedang digunakan untuk upacara
peribadatan.
Saran saya buat sobat yang ingin
mengunjungi Pulau Menjangan, jangan lupa untuk menggunakan sun block, mengingat
sinar matahari sangat menyengat. Persiapkan pula kacamata hitam, pakaian ganti,
peralatan mandi dan sandal japit. Jangan lupa bawa kamera, untuk mengabadikan
momen dan keindahan alam disini. Pemandangan alamnya keren banget, sangat
sayang untuk dilewatkan.
Bagi sobat yang sudah memiliki alat
snorkeling sendiri, dibawa saja. Mengingat alat snorkeling disini digunakan
secara umum, terkadang ada beberapa alat snorkeling keadaannya sudah tidak
begitu nyaman untuk digunakan.
- Debora



Komentar
Posting Komentar